Kursus Komputer bersertifikat. Lembaga kursus Citra Telematika menyelenggarakan :
1. Aplikasi Perkantoran
2. Desain Grafis
3. Jaringan Komputer
4. Robotika
5. Pemasaran Digital
![]() |
| Citra Telematika - Kursus Komputer di Majalengka |
Jl. Raya Timur No. 65, Ciborelang, Jatiwangi
Kab. Majalengka
(0233) 8281236 | 085216667297
Rumah pitung
Di Jakarta tepatnya di dusun Rawa Belong, Kebayoran. Tempat bermukim yang disinggahi family mereka merupakan wilayah kekuasaan penjajah. Pada zaman penjajahan tersebut terkenal dengan sebutan tuan tanah yakni penguasa wilayah setempat. Setiap penduduk yang bermukim di wilayah tersebut mesti menunaikan pajak untuk penguasa wilayah setempat. Babah Liem Tjeh Soen ialah pemilik dominasi di wilayah yang di singgahi oleh Si pitung dan keluarganya. Babah liem ialah orang duta Belanda, dan menyerahkan uang masing-masing warga yang menunaikan kepadanya ke kompeni/penjajah belanda. Dalam masa penjajahan itu dalam pengambilan pajak Babah Liem ditolong pleh anak buahnya. Anak buahnya tak lain ialah orang asli sendiri yang di tunaikan oleh babah Liem. Dalam memilih anak buah ini babah Liem memilih orang asli yang lihai bela diri dan mahir dalam memegang senjata. Hal ini bertujuan guna menindas penduduk Jakarta yang tidak mau menunaikan pajak. Dengan kemahiran para anak buah babah liem penduduk pun tak tidak sedikit yang berani membantah.makalah hits
Sampai pada kesudahannya di sebuah hari tampak anak buah dari babah Liem datang ke lokasi tinggal si pitung dan disana anak buah itu marah-marah untuk orang tua Pitung. Tak bermukim diam si Pitung kemudian menghampiri ayahnya dan menanyakan apa yang sedang terjadi. Dan terjadi sebuah pembicaraan antara anak buah babah liem dan si pitung. “ Hey, salah apa ayah saya” bertanya untuk anak buah liem, dengan nada kasar utusan itu bilang “ Tanya saja untuk bapakmu”. Dan lantas utusan dari Liem memungut semua hasil panen dari orang tua Pitung.makalah hits
Lanjut untuk menyimak Cerita Legenda Indonesia Si Pitung Banteng Betawi – Kemudian pada sebuah waktu si pitung menanyakan untuk orang tuanya mengenai apa yang sedang terjadi di wilayahnya. Orang tua pitung juga bercerita mengenai orang yang memungut hasil panen tadi dan siapa yang mengutus orang tersebut. Setelah pitung tahu dia tidak langsung memungut tindakan di depan orang tuanya. Dia berbicara dalam hati “ nantikan pembalasanku..”. Sampai keesokan harinya si pitung berjalan-jalan di kampungnya dan kembali menyaksikan utusan babah liem tersebuh menghampiri sejumlah rumah penduduk dan apa yang dilihatnya tersebut sama dengan apa yang dilaksanakan ke orang tuanya. Seakan-akan mereka ialah penguasa dan beraksi semaunya untuk warga sekitar.makalah hits
Merasa keki melihat tidak sedikit kejadian yang meresahkan penduduk si Pitung pun enggan diam begitu saja. Pitung mendekat anak buah babah liem itu “Hentikan pengecut..kenapa kalian memungut hak kepunyaan orang lain.!!!.” dengan mendadak anak buah liem memandang ke arah pitung dan berteriak “ siapa kamu, berani melawan kami! Kamu tidak tahu kami?? Dengan nada keras. “pitung- saya tidak peduli asal usul kalian ,yang saya tahu tindakan kalian telah menganggu ketenangan penduduk disini!!makalah hits
Terjadilah pembicaraan panjang dan pada kesudahannya terjadi perkelahian antara Si pitung dan anak buah babah Liem. Anak buah babah liem yang adalahorang pilihan paling meremehkan keterampilan Si Pitung dan mengira melulu pemuda dusun biasa. Seketika si pitung di serang dan alhasil, ternyata satu persatu anak buah babah Liem bisa di jatuhkan. Anak buah babah Liem kemudian pergi lari terbirit-birit , seraya berlari anak buah babah liem berteriak “ awas nanti saya lapor untuk Demang..” .Beberapa hari sesudah kejadian itu tidak sedikit warga geger dan si Pitung menjadi bahan pembicaraan tidak sedikit warga di Kemayoran ,namun si Pitung dengan jiwa kesatria tetap tenang menanggapi urusan tersebut. Banyak penduduk yang bertanya-tanya “kok berani seraya terheran-heran”.. si pitung dengan santainya menjawab tidak sedikit pertanyaan penduduk ke Dia. Suasana seketika di dekat menjadi tenang.makalah hits
Pada sebuah hari, orang tua pitung pakpiun mengajak anaknya guna menjual domba ke pasar di area Tanah Abang. Lantas pitung juga pergi ke pasar untuk memasarkan kabing tersebut. Pada ketika perjalanan mengarah ke ke tanah abang tanpa disadari oleh si pitung , anak buah babah liem yang kemarin dilawanya mengikuti di belakang. Sampai di pasar pitung kemudian menjual domba tersebut dan membubuhkan uang hasil jual kambing tersebut di saku baju. “Disitu masih belum terjadi apa-apa”. Kemudian pitung juga melanjutkan perjalanan kembali di separuh perjalanan tersiar suara adzan. Si pitung kemudian berhenti di suatu sungai guna mandi dan memungut air wudlu.
Dengan tenang si pitung mandi di sungai tersebut dan membubuhkan pakaian di pinggir sungai beserta dana yang ada di saku bajunya. Tanpa si pitung tahu , diam-diam anak buah babah liem mendekat baju yang di tinggalkannya di sisi sungani dan memungut uang tersebut. Tanpa rasa curiga sesudah pitung mandi dan solat , pitung melanjutkan perjalanan mengarah ke kerumah.makalah hits
Sesampainya dirumah pitung merogoh kantong nya dengan niatan akan menyerahkan hasil jualan domba tadi ke ayahnya. “dengan terkaget “ ternyata dana yang ada di sakunya tidak ada. Si pitung menilik ingat dimana dia membubuhkan uang tadi dan tanpa pikir panjang pitung kembali mengarah ke perjalanan ke pasar, dalam pikiranya “tidak barangkali uang tersebut jatuh dijalan” lantaran pitung masih ingat betul dimana membubuhkan uang tadi. Setelah di pasar si pitung bertanya-tanya kepada sejumlah orang dipasar, tidak sedikit bertanya-tanya si pitung kemudian tahu bila uang disakunya terdapat yang mengambil. Jiwa pemberaninya pun hadir , dengan sikap tegasnya pitung menggali tahu siapa orang yang telah memungut uang nya. Ada seseorang yang bilang andai dari pasar tadi terdapat sesorang yang mengekor dibelakang. Dari situlah pitung mulai curiga dan beranggapan “ siapa lagi andai bukan orang kemaren”.makalah hits
Terlihat di seberang jalan di suatu warung terdapat bebrapa anak buah babah liem yang sedang berkumpul. Si pitung mendekat warung tersebut. Tanpa tidak sedikit kata , langsung berteriak “Kembalikan uangku..”. Salah satu dari anak buah liem menjawab” andai kamu inginkan uang ini , anda harus menjadi unsur dari kami”. Pitung dengan wajah marahnya“ Gak sudi aku jadi unsur dari kalian”. Percakapan panjang dan lantas terjadi bentrokan , lagi-lagi anak buah babah liem mengeroyok pitung seorang diri. Dan disitu pulang si pitung dengan kemahiran yang dimilikinya dapat melumpuhkan seluruh lawannya.makalah hits
Sejak dua kejadian yang dialaminya dan tidak sedikit kejahatan dari babah liem yang meresahkan penduduk si pitung lantas memutuskan guna membela orang-orang yang tertindas dampak ulah semua penjajah. Beberapa pengekor babah liem yang pernah di ungguli oleh pitung terdapat yang menyimpulkan untuk berhenti menjadi budak belanda dan bergabung dengan pitung guna membela orang lemah. Banyak teknik dilakukan oleh pitung untuk menolong warga yang lemah salah satunya ialah dengan teknik merampok. Dibantu sejumlah mantan anak buah liem tadi, si Pitung dan kumpulan nya melulu merampok orang-orang kaya dan menyalurkan hasil rampokan tadi untuk warga yang tidak cukup mampu.makalah hits
Dari sekian tidak sedikit hal yang dilaksanakan oleh si pitung , menciptakan namanya menjadi harum di kalangan rakyat miskin. Namun tak bermukim dian orang kaya yang tidak sedikit memihak untuk belanda tersebut kemudian melaporkan si pitung ke petinggi Belanda. Mendengar laporan itu pemerintah Belanda menyuruh prajuritnya untuk menciduk si pitung. Prajurit belanda kemudian mencari tahu dimana si pitung berada, dengan teknik apapun sehingga pemerintah belanda memberi iming-iming sebanyak uang untuk siapa saja yang menyerahkan informasi dimana si pitung berada.
Si pitung banteng betawi – Kabar langsung tersebar dengan cepat , sampai sebuah waktu si pitung mendengar kabar itu “bahwa dirinya dijadikan buronan belanda”. Si pitung tidak sedikit berpindah-pindah tempat sejak kejadian itu. Namun urusan tersebut tak menciptakan si pitung tak sempat akan menolong kaum yang tertidas. Suatu waktu ketika akan merampok di lokasi tinggal demang (orang kaya) si pitung dan kelompoknya terjebak oleh polisi belanda yang pada saat tersebut sudah mengantisipasi bahwa lokasi tinggal tersebut telah menjadi incaran kumpulan si pitung. Polisi berjaga di sekitaran lokasi tinggal demang. Setibanya pitung hingga dirumah itu polisi langsung memblokade si pitung dan kelompoknya, si pitung lantas tertangkap dengan siasat supaya teman-temanya sukses meloloskan diri. Pitung diangkut ke sebuah tempat dan disekap disana.makalah hits
Karna kesaktian dan keahlianya pada sebuah malam saat penjaga sedang lengah si pitung sukses meloloskan diri dengan melalui atap lokasi tinggal tersebut. Pada keesokan harinya penjaga medapati ruangan dimana pitung di sekap kosong. Kabar itu menjadikan semua demang pulang was-was. Kembali lagi pemerintah belanda berjuang menangkap si pitung , sampai pada kesudahannya belanda menggali sebuah kekurangan dari si pitung. Dengan teknik menangkap orang tua dan menagkap guru dari si pitung. Belanda mengali informasi dari orang tua dan guru nya tentang eksistensi si pitung. Usaha belanda kurang sukses karna orang tua dan guru si pitung tetap bungkam masalah eksistensi pitung.makalah hits
Si pitung tahu andai kedua orang tuanya da pun gurunya di sekap oleh belanda. Kemudian pitung mengantarkan selembaran pesan untuk pihak belanda yang isinya “ pitung akan memberikan diri andai orang tua dan gurunya dilepaskan”. Keinginan pitung di setujui oleh pemerintah belanda. Dan menciptakan kesepakatan guna bertemu di suatu tanah kosong. Orang tua dari pitug pun dicungkil namun tidak dengan gurunya “H.Naipin” belanda beralibi andai pitung memberikan diri sepenuhnya gurunya baru bakal di lepaskan. Setelah lama terjadi polemik pada kesudahannya si pitung memberikan diri. Tanpa pikir panjang pemerintah belanda yang sejak mula menodongkan senjata ke arah pitung dengan aba-aba pimpinan mereka guna menghujani pitung dengan tembakan. Si pitung terjatuh bersimbah darah. Keluarga dan guru si pitung menghujat perbuatan belanda dengan kata” licik”. Namun urusan tersebut semua tidak dihiraukan oleh belanda.makalah hits


0 Komentar